{"id":1402,"date":"2014-03-18T05:12:00","date_gmt":"2014-03-18T05:12:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.andre.web.id\/2014\/03\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi.html"},"modified":"2017-01-24T18:58:56","modified_gmt":"2017-01-24T11:58:56","slug":"kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/","title":{"rendered":"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><b>Indonesia Adalah Paru-paru Dunia, <\/b>tentu kita semua pernah mendengar ungkapan tersebut saat menempuh pendidikan di bangku sekolah. Memang, dahulu Indonesia terkenal dengan luas hutan hujannya. Luas hutan hujan di Indonesia mencapai 160 juta hektar, meliputi : Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Dikutip dari blog <i>cifor.org<\/i> &#8220;Indonesia menyisihkan 45% dari Kalimantan sebagai paru-paru dunia&#8221;, tapi kenyataan yang terjadi saat ini jelas tidak membuktikan\u00a0 Kalimantan sanggup menyumbangkan hingga 45% hutannya untuk dijadikan paru-paru dunia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kalimantan yang sekarang bukanlah Kalimantan yang dulu, lingkungan hutan Kalimantan sekarang tak lagi sanggup menyimpan lebih banyak oksigen. Hal ini tentunya disebabkan berkurangnya jumlah hutan hujan yang terdapat di Kalimantan. Orang-orang di luar Kalimantan berfikir <b>Bumi Borneo<\/b> kami ini adalah hutan lebat yang dipenuhi berbagai satwa liar, tapi kenyataan sebenarnya berbanding terbalik, Kalimantan tak lagi hutan, tidak ada satwa liar di sini. Hewan-hewan langka diburu kemudian dijual, hutan yang menjadi rumah bagi binatang kini dibabat habis, dijadikan lahan perkebunan yang jelas merusak lingkungan kehidupan binatang yang mengakibatkan hilangnya keseimbangan alam ini.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\" href=\"http:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" title=\"Hutan Yang disulap jadi perkebunan sawit\" src=\"http:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg\" alt=\"Blogger Peduli Lingkungan\" width=\"640\" height=\"480\" border=\"0\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\">Hutan Luas yang disulap jadi perkebunan kelapa sawit <i>(foto : Dokumentasi pribadi)<\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Merusak lingkungan tanpa mencoba memperbaikinya mungkin sudah menjadi hobi tersendiri bagi kaum-kaum perusak hutan di Kalimantan. Membuka hutan luas dan menyulapnya menjadi perkebunan kelapa sawit tidaklah baik, memang ada sisi positif yang didapat, tapi tahukah kalian, tumbuhan kelapa sawit bukanlah tumbuhan yang bisa menyerap air dengan baik. Hal ini tentunya dapat merusak struktur tanah dan membuat tidak ada pohon yang sanggup tumbuh besar di lahan bekas tumbuhan kelapa sawit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pembukaan lahan baik untuk perkebunan maupun ladang berpindah yang dilakukan masyarakat, secara tidak langsung merusak hutan-hutan yang berada di sekitar area perkebunan\/ladang. Contohnya seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini, hutan yang tidak ditargetkan untuk dijadikan lahan perkebunan, namun ikut terbakar saat pembukaan lahan jelas mengurangi luas hutan di Kalimantan.<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" title=\"Hutan yang terbakar\" src=\"http:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-19-52-543-1.jpg\" alt=\"Blogger Peduli Lingkungan\" width=\"640\" height=\"480\" border=\"0\" \/><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\">Hutan terbakar yang dibiarkan begitu saja <i>(Foto : Dokumentasi pribadi)<\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<table class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" align=\"center\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" title=\"Hutan Terbakar di Kalimantan Barat \" src=\"http:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-20-06-480-1.jpg\" alt=\"Blogger Peduli Lingkungan\" width=\"640\" height=\"480\" border=\"0\" \/><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\">Hutan Terbakar di Kalimantan Barat <i>(Foto : Dokumentasi pribadi)<\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak banyak yang bisa kami lakukan untuk tetap menjaga hutan tercinta Kalimantan, kami hanya berharap pemerintah lebih tanggap dalam memerhatikan hal-hal yang seperti ini. Selebihnya, kami hanya bisa pasrah melihat hutan Kalimantan habis dirusak tangan-tangan tak bertanggung jawab, karen kami tidak punya hak melarang mereka.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<div style=\"text-align: justify;\">***<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tulisan ini tak sekedar dijadikan bahan kontes, tulisan ini ikut mewakili ungkapan sedih kami atas rusaknya hutan Kalimantan, semoga lewat tulisan ini, pemerintah lebih tergerak hatinya untuk memperhatikan hal-hal seperti ini.<\/div>\n<p>Salam dari Kalimantan Barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia Adalah Paru-paru Dunia, tentu kita semua pernah mendengar ungkapan tersebut saat menempuh pendidikan di bangku sekolah. Memang, dahulu Indonesia terkenal dengan luas hutan hujannya. Luas hutan hujan di Indonesia mencapai 160 juta hektar, meliputi : Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Dikutip dari blog cifor.org &#8220;Indonesia menyisihkan 45% dari Kalimantan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":2148,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46,42],"tags":[],"class_list":["post-1402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-borneo","category-kontes"],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",640,480,false],"thumbnail":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1-300x225.jpg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",640,480,false],"large":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",640,480,false],"1536x1536":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",640,480,false],"2048x2048":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",640,480,false],"axil-blog-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",295,221,false],"axil-single-blog-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",640,480,false],"axil-main-slider-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",640,480,false],"axil-tab-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",347,260,false],"axil-tab-big-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",640,480,false],"axil-tab-small-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",400,300,false],"axil-grid-big-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",600,450,false],"axil-grid-small-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg",253,190,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Indonesia Adalah Paru-paru Dunia, tentu kita semua pernah mendengar ungkapan tersebut saat menempuh pendidikan di bangku sekolah. Memang, dahulu Indonesia terkenal dengan luas hutan hujannya. Luas hutan hujan di Indonesia mencapai 160 juta hektar, meliputi : Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Dikutip dari blog cifor.org &#8220;Indonesia menyisihkan 45% dari Kalimantan sebagai paru-paru dunia&#8221;, tapi kenyataan yang terjadi saat ini jelas tidak membuktikan\u00a0 Kalimantan sanggup menyumbangkan hingga 45% hutannya untuk dijadikan paru-paru dunia. Kalimantan yang sekarang bukanlah Kalimantan yang dulu, lingkungan hutan Kalimantan sekarang tak lagi sanggup menyimpan lebih banyak oksigen. Hal ini tentunya disebabkan berkurangnya&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/andre.id\/blog\/borneo\/\" rel=\"category tag\">Kabar Borneo<\/a>, <a href=\"https:\/\/andre.id\/blog\/kontes\/\" rel=\"category tag\">Kontes<\/a>","author_info_v2":{"name":"Andre","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/author\/bosbesar\/"},"comments_num_v2":"14 comments","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia Adalah Paru-paru Dunia, tentu kita semua pernah mendengar ungkapan tersebut saat menempuh pendidikan di bangku sekolah. Memang, dahulu Indonesia terkenal dengan luas hutan hujannya. Luas hutan hujan di Indonesia mencapai 160 juta hektar, meliputi : Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Dikutip dari blog cifor.org &#8220;Indonesia menyisihkan 45% dari Kalimantan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petrus Andre\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-03-18T05:12:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-01-24T11:58:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Andre\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Anddreeeh\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Andre\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Andre\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/30a421c20486c92ce4981180f8c93455\"},\"headline\":\"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan\",\"datePublished\":\"2014-03-18T05:12:00+00:00\",\"dateModified\":\"2017-01-24T11:58:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/\"},\"wordCount\":406,\"commentCount\":14,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/03\\\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Kabar Borneo\",\"Kontes\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/\",\"name\":\"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/03\\\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg\",\"datePublished\":\"2014-03-18T05:12:00+00:00\",\"dateModified\":\"2017-01-24T11:58:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/03\\\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/03\\\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg\",\"width\":640,\"height\":480},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"blog\",\"item\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kabar Borneo\",\"item\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/borneo\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Petrus Andre\",\"description\":\"Techno Blogger\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba\",\"name\":\"Petrus Andre\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/profile-scaled.jpg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/profile-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/profile-scaled.jpg\",\"width\":1035,\"height\":1024,\"caption\":\"Petrus Andre\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/profile-scaled.jpg\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/plus.google.com\\\/104639252143503871139\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/petrusandre\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/https:\\\/\\\/twitter.com\\\/andreqve\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/30a421c20486c92ce4981180f8c93455\",\"name\":\"Andre\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png\",\"caption\":\"Andre\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/author\\\/bosbesar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan","og_description":"Indonesia Adalah Paru-paru Dunia, tentu kita semua pernah mendengar ungkapan tersebut saat menempuh pendidikan di bangku sekolah. Memang, dahulu Indonesia terkenal dengan luas hutan hujannya. Luas hutan hujan di Indonesia mencapai 160 juta hektar, meliputi : Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Dikutip dari blog cifor.org &#8220;Indonesia menyisihkan 45% dari Kalimantan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/","og_site_name":"Petrus Andre","article_published_time":"2014-03-18T05:12:00+00:00","article_modified_time":"2017-01-24T11:58:56+00:00","og_image":[{"width":640,"height":480,"url":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Andre","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Anddreeeh","twitter_misc":{"Written by":"Andre","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/"},"author":{"name":"Andre","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/30a421c20486c92ce4981180f8c93455"},"headline":"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan","datePublished":"2014-03-18T05:12:00+00:00","dateModified":"2017-01-24T11:58:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/"},"wordCount":406,"commentCount":14,"publisher":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba"},"image":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg","articleSection":["Kabar Borneo","Kontes"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/","name":"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg","datePublished":"2014-03-18T05:12:00+00:00","dateModified":"2017-01-24T11:58:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/#primaryimage","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/C360_2014-02-03-09-16-52-657-1.jpg","width":640,"height":480},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/kalimantan-yang-sekarang-bukan-lagi-hutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"blog","item":"https:\/\/andre.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kabar Borneo","item":"https:\/\/andre.id\/blog\/borneo\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kalimantan yang Sekarang Bukan Lagi Hutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/","name":"Petrus Andre","description":"Techno Blogger","publisher":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/andre.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba","name":"Petrus Andre","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/profile-scaled.jpg","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/profile-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/profile-scaled.jpg","width":1035,"height":1024,"caption":"Petrus Andre"},"logo":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/profile-scaled.jpg"},"sameAs":["https:\/\/plus.google.com\/104639252143503871139","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/petrusandre\/","https:\/\/x.com\/https:\/\/twitter.com\/andreqve\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/30a421c20486c92ce4981180f8c93455","name":"Andre","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png","caption":"Andre"},"sameAs":["https:\/\/andre.id\/blog"],"url":"https:\/\/andre.id\/blog\/author\/bosbesar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1402"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1402\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3629,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1402\/revisions\/3629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}