{"id":4361,"date":"2017-08-10T20:34:18","date_gmt":"2017-08-10T13:34:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.andre.web.id\/?p=4361"},"modified":"2018-02-04T10:36:19","modified_gmt":"2018-02-04T03:36:19","slug":"pesona-alam-petungkriyono","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/","title":{"rendered":"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pekalongan, hal pertama yang muncul di otak kita saat mendengar nama kota ini disebut pastilah Batik. Ya, Pekalongan terkenal dengan batiknya yang merupakan salah satu sentra industri batik terbesar di Indonesia. Wajar jika museum dengan koleksi batik dan terlengkap dan terbesar di dunia letaknya ada di Pekalongan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pekalongan berhasil menarik perhatian dunia dengan kerajinan batiknya, namun masih ada hal lain dari Pekalongan yang belum didengar banyak orang. Sebagai kawasan yang turut menyumbang untuk kesehatan paru-paru dunia, Pekalongan secara khusus Petungkriyono tentu memiliki berbagai destinasi wisata alam yang wajib dikunjungi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saya baru saja selesai mengelilingi beberapa destinasi wisata yang ada di Petungkriyono kemarin. 1 hari tentu tidak cukup untuk menjangkau semua keindahan yang ada. Namun begitu, saya berhasil mengunjungi <\/span><b>5 <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">tempat wisata alam terbaik yang menjadi primadona di Petungkriyono. Berikut adalah daftar destinasi wisata alam terbaik di Petungkriyono yang wajib kamu kunjungi ketika sedang berada di Pekalongan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4362\" aria-describedby=\"caption-attachment-4362\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4362 size-full\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-74.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-74.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-74-300x200.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-74-768x512.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-74-640x427.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-74-980x654.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4362\" class=\"wp-caption-text\">Petungkriyono, National Nature Heritage<\/figcaption><\/figure>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Curug Sibedug<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Curug Sibedug terletak di Dusun Sokokembang, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono. Untuk menuju kawasan Petungkriyono, kita bisa menggunakan bus dari terminal Pekalongan jurusan pasar Doro dan dilanjutkan dengan menaiki Angkutan Pegunungan Pariwisata (Anggun Paris).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan menuju kawasan wisata Curug Sibedug Petungkriyono ditempuh selama 30 menit. Wisata yang terletak di pegunungan ini memberikan keseruan tersendiri bagi pengunjung karena sepanjang perjalanan, kita akan melewati hutan dan menyusuri jalanan berliku yang cukup tajam.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4363\" aria-describedby=\"caption-attachment-4363\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-4363 size-full\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-63.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1200\" height=\"675\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-63.jpg 1200w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-63-300x169.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-63-768x432.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-63-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-63-640x360.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-63-980x551.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4363\" class=\"wp-caption-text\">Curug Sibedug, Petungkriyono Pekalongan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah disambut dengan tarian Pesona Petungkriyono di gerbang masuk Petungkriyono, saya akhirnya sampai di destinasi wisata pertama. Curug Sibedug memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan 3 buah aliran air terjun. Letaknya yang berada persis di pinggir jalan membuat Curug Sibedug ini mudah diakses.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sekitar lokasi, tersedia beberapa warung yang bisa digunakan pengunjung untuk beristirahat sambil menikmati Kopi Petung yang menjadi ciri khas karena merupakan hasil dari budidaya masyarakat sekitar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4364\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-59.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1200\" height=\"392\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-59.jpg 1200w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-59-300x98.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-59-768x251.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-59-1024x335.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-59-640x209.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-59-980x320.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<figure id=\"attachment_4365\" aria-describedby=\"caption-attachment-4365\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4365 size-full\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-73.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-73.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-73-300x200.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-73-768x512.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-73-640x427.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-73-980x654.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4365\" class=\"wp-caption-text\">Curug Sibedug<\/figcaption><\/figure>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Jembatan Sipingit<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puas menikmati pemandangan di Curug Sibedug, saya dan rombongan yang tergabung dalam acara Amazing Petung National Explore 2017 melanjutkan perjalanan menuju spot selanjutnya yaitu Jembatan Sipingit. Meski terlihat seperti jembatan biasa pada umumnya, suasana yang tenang membuat saya ingin duduk sejenak di bebatuan sambil merasakan segarnya air sungai.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4367\" aria-describedby=\"caption-attachment-4367\" style=\"width: 683px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4367 size-full\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-72.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"683\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-72.jpg 683w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-72-200x300.jpg 200w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-72-640x960.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4367\" class=\"wp-caption-text\">Aliran air di bawah Jembatan Sipingit<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aliran air di bawahnya berasal dari Sungai Welo dan mengalir menuju Kedung Sipingit atau lebih dikenal dengan nama Black Canyon Pekalongan. Di Kedung Sipingit ini, pengunjung bisa melakukan berbagai macam olahraga air seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">river tubing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> body rafting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Welo River<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Welo River menjadi destinasi wisata selanjutnya yang saya kunjungi. Sampai di tempat ini, saya disuguhkan dengan pemandangan hijaunya pepohonan yang menjadi daya tarik dari Welo River. Pengunjung bisa mengabadikan momen di beberapa spot foto yang telah dibuat secara unik dan menarik.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4368\" aria-describedby=\"caption-attachment-4368\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4368 size-full\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-44.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1200\" height=\"675\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-44.jpg 1200w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-44-300x169.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-44-768x432.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-44-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-44-640x360.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-44-980x551.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4368\" class=\"wp-caption-text\">spot foto di Welo River<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di Welo River kita juga bisa menikmati pemandangan dari ketinggian sekitar 10 meter dengan menaiki rumah pohon atau gardu pandang. Sayangnya, saya tidak bisa mencoba menaiki rumah pohon yang menjulang tinggi ini karena waktunya tidak mencukupi dan terbatasnya kapasitas orang yang bisa naik dalam 1 waktu.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4369\" aria-describedby=\"caption-attachment-4369\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4369 size-full\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-38.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1200\" height=\"675\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-38.jpg 1200w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-38-300x169.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-38-768x432.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-38-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-38-640x360.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-38-980x551.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4369\" class=\"wp-caption-text\">Rumah Pohon di Welo River<\/figcaption><\/figure>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>4. Curug Bajing<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Curug Bajing yang terletak di Dusun Kembangan, Desa Tlogopakis menjadi destinasi yang paling dinanti. Untuk melihat curug dengan ketinggian sekitar 75 meter tersebut, saya dan rombongan harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit dari Welo River.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan menjadi lebih bervariasi. Tidak hanya hutan lebat, saya juga menikmati pemandangan terasering persawahan yang cukup luas. Kita juga beberapa kali melewati rumah penduduk dan kebun sayuran milik warga. Kabut tipis membuat hawa menjadi terasa dingin.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4370\" aria-describedby=\"caption-attachment-4370\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4370 size-full\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-54.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1200\" height=\"675\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-54.jpg 1200w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-54-300x169.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-54-768x432.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-54-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-54-640x360.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-54-980x551.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4370\" class=\"wp-caption-text\">Pemandangan terasering persawahan sepanjang perjalanan menuju Curug Bajing<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya saya sampai di lokasi. Setelah gerbang masuk. Untuk menuju Curug Bajing, saya dan rombongan Amazing Petung National Explore 2017 harus berjalan kaki sekitar 10 menit melewati jalan setapak yang terbuat dari batu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengunjung bisa menikmati keindahan Curug Bajing dengan bersantai di gazebo kecil yang disediakan. Ada pula panggung kayu yang tersedia untuk berfoto dengan latar belakang Curug Bajing. Agar bisa melihat gemuruh air curug dari dekat, saya menyeberangi jembatan bambu untuk berpindah ke sisi lain.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4373\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-33.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1200\" height=\"675\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-33.jpg 1200w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-33-300x169.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-33-768x432.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-33-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-33-640x360.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-33-980x551.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<figure id=\"attachment_4371\" aria-describedby=\"caption-attachment-4371\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4371 size-full\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1200\" height=\"675\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg 1200w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21-300x169.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21-768x432.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21-640x360.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21-980x551.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4371\" class=\"wp-caption-text\">Pesona Curug Bajing<\/figcaption><\/figure>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>5. Curug Lawe<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya masih banyak destinasi wisata alam lain di Petungkriyono yang tidak kalah menariknya untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Curug Lawe. Curug Lawe terletak di kawasan hutan pinus yang dikelola menjadi berbagai spot foto menarik oleh pemerintah setempat. Sayangnya, ketika tiba di kawasan ini hari sudah mulai gelap sehingga saya tidak bisa mengeksplorasi tempat ini dengan maksimal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya sempat mencoba bersantai di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hammock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang disediakan sambil menikmati tarian pemyambutan oleh penduduk setempat.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4374\" aria-describedby=\"caption-attachment-4374\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4374 size-full\" src=\"https:\/\/www.andre.web.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-16.jpg\" alt=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" width=\"1200\" height=\"675\" srcset=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-16.jpg 1200w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-16-300x169.jpg 300w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-16-768x432.jpg 768w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-16-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-16-640x360.jpg 640w, https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-16-980x551.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4374\" class=\"wp-caption-text\">Tarian pemyambutan masuk Curug Lawe<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh Petungkriyono yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAmazing\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, waktu sehari tidak akan pernah cukup untuk mengeksplorasi semua keindahan alam yang ditawarkannya. Petung memiliki pesonanya sendiri yang akan membuat orang betah untuk berlama-lama berada di tanahnya. Dan iya, suatu hari saya akan kembali lagi ke tanah Petungkriyono untuk bersatu dengan alam, menikmati indahnya ciptaan Yang Maha Kuasa \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pekalongan, hal pertama yang muncul di otak kita saat mendengar nama kota ini disebut pastilah Batik. Ya, Pekalongan terkenal dengan batiknya yang merupakan salah satu sentra industri batik terbesar di Indonesia. Wajar jika museum dengan koleksi batik dan terlengkap dan terbesar di dunia letaknya ada di Pekalongan. Pekalongan berhasil menarik perhatian dunia dengan kerajinan batiknya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":4371,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[446,443,444,441,445,442],"class_list":["post-4361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-travelling","tag-curug-bajing","tag-curug-sibedug","tag-jembatan-sipingit","tag-petungkriyono","tag-welo-river","tag-wisata-alam"],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",1200,675,false],"thumbnail":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",1200,675,false],"2048x2048":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",1200,675,false],"axil-blog-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",295,166,false],"axil-single-blog-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",1200,675,false],"axil-main-slider-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",1093,615,false],"axil-tab-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",390,219,false],"axil-tab-big-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",705,397,false],"axil-tab-small-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",495,278,false],"axil-grid-big-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",600,338,false],"axil-grid-small-post-thumb":["https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg",285,160,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Pekalongan, hal pertama yang muncul di otak kita saat mendengar nama kota ini disebut pastilah Batik. Ya, Pekalongan terkenal dengan batiknya yang merupakan salah satu sentra industri batik terbesar di Indonesia. Wajar jika museum dengan koleksi batik dan terlengkap dan terbesar di dunia letaknya ada di Pekalongan. Pekalongan berhasil menarik perhatian dunia dengan kerajinan batiknya, namun masih ada hal lain dari Pekalongan yang belum didengar banyak orang. Sebagai kawasan yang turut menyumbang untuk kesehatan paru-paru dunia, Pekalongan secara khusus Petungkriyono tentu memiliki berbagai destinasi wisata alam yang wajib dikunjungi. Saya baru saja selesai mengelilingi beberapa destinasi wisata yang ada di&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/andre.id\/blog\/travelling\/\" rel=\"category tag\">Travelling<\/a>","author_info_v2":{"name":"Andre","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/author\/bosbesar\/"},"comments_num_v2":"8 comments","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pesona alam Petungkriyono meliputi Curug Sibedug, Jembatan Sipingit, Welo River, Curug Bajing, Curug Lawe, dan berbagai destinasi lainnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pesona alam Petungkriyono meliputi Curug Sibedug, Jembatan Sipingit, Welo River, Curug Bajing, Curug Lawe, dan berbagai destinasi lainnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petrus Andre\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-10T13:34:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-04T03:36:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Andre\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Anddreeeh\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Andre\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Andre\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/30a421c20486c92ce4981180f8c93455\"},\"headline\":\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\",\"datePublished\":\"2017-08-10T13:34:18+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-04T03:36:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/\"},\"wordCount\":850,\"commentCount\":8,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/Petungkriyono-21.jpg\",\"keywords\":[\"Curug Bajing\",\"Curug Sibedug\",\"Jembatan Sipingit\",\"Petungkriyono\",\"Welo River\",\"Wisata Alam\"],\"articleSection\":[\"Travelling\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/\",\"name\":\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/Petungkriyono-21.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-10T13:34:18+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-04T03:36:19+00:00\",\"description\":\"Pesona alam Petungkriyono meliputi Curug Sibedug, Jembatan Sipingit, Welo River, Curug Bajing, Curug Lawe, dan berbagai destinasi lainnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/Petungkriyono-21.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/08\\\/Petungkriyono-21.jpg\",\"width\":1200,\"height\":675,\"caption\":\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/pesona-alam-petungkriyono\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"blog\",\"item\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Travelling\",\"item\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/travelling\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Petrus Andre\",\"description\":\"Techno Blogger\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba\",\"name\":\"Petrus Andre\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/profile-scaled.jpg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/profile-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/profile-scaled.jpg\",\"width\":1035,\"height\":1024,\"caption\":\"Petrus Andre\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/profile-scaled.jpg\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/plus.google.com\\\/104639252143503871139\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/petrusandre\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/https:\\\/\\\/twitter.com\\\/andreqve\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/30a421c20486c92ce4981180f8c93455\",\"name\":\"Andre\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png\",\"caption\":\"Andre\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/andre.id\\\/blog\\\/author\\\/bosbesar\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona","description":"Pesona alam Petungkriyono meliputi Curug Sibedug, Jembatan Sipingit, Welo River, Curug Bajing, Curug Lawe, dan berbagai destinasi lainnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona","og_description":"Pesona alam Petungkriyono meliputi Curug Sibedug, Jembatan Sipingit, Welo River, Curug Bajing, Curug Lawe, dan berbagai destinasi lainnya.","og_url":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/","og_site_name":"Petrus Andre","article_published_time":"2017-08-10T13:34:18+00:00","article_modified_time":"2018-02-04T03:36:19+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Andre","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Anddreeeh","twitter_misc":{"Written by":"Andre","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/"},"author":{"name":"Andre","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/30a421c20486c92ce4981180f8c93455"},"headline":"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona","datePublished":"2017-08-10T13:34:18+00:00","dateModified":"2018-02-04T03:36:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/"},"wordCount":850,"commentCount":8,"publisher":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba"},"image":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg","keywords":["Curug Bajing","Curug Sibedug","Jembatan Sipingit","Petungkriyono","Welo River","Wisata Alam"],"articleSection":["Travelling"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/","name":"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona","isPartOf":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg","datePublished":"2017-08-10T13:34:18+00:00","dateModified":"2018-02-04T03:36:19+00:00","description":"Pesona alam Petungkriyono meliputi Curug Sibedug, Jembatan Sipingit, Welo River, Curug Bajing, Curug Lawe, dan berbagai destinasi lainnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/#primaryimage","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg","contentUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Petungkriyono-21.jpg","width":1200,"height":675,"caption":"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/pesona-alam-petungkriyono\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"blog","item":"https:\/\/andre.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Travelling","item":"https:\/\/andre.id\/blog\/travelling\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Petungkriyono, Negeri Atas Awan Pekalongan yang Mempesona"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/","name":"Petrus Andre","description":"Techno Blogger","publisher":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/andre.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/db3675f5419000809bfa8ad709166bba","name":"Petrus Andre","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/profile-scaled.jpg","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/profile-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/profile-scaled.jpg","width":1035,"height":1024,"caption":"Petrus Andre"},"logo":{"@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/profile-scaled.jpg"},"sameAs":["https:\/\/plus.google.com\/104639252143503871139","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/petrusandre\/","https:\/\/x.com\/https:\/\/twitter.com\/andreqve\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/#\/schema\/person\/30a421c20486c92ce4981180f8c93455","name":"Andre","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png","url":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/avatar_user_6_1629821644-96x96.png","caption":"Andre"},"sameAs":["https:\/\/andre.id\/blog"],"url":"https:\/\/andre.id\/blog\/author\/bosbesar\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4361"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4361\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4749,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4361\/revisions\/4749"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/andre.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}